About Us

Abdul Qohar Ismail, anak petani tulen, ayah bernama Ismail bin Sarju dan Ibu bernama Kasminah binti H. Pargo, yang lahir pada tanggal 27 September 1970 di Dusun Nganguk, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati Jawa Tengah. 

Ia sebagai anak yang ke 8 dari 9 bersaudara yaitu 1. Kasmuri, 2. Markonah, 3. Sholihin, 4. Siti Maimunah, 5. Abdur Rozaq, 6. Abdul Ghoni, 7, Siti Rominah, 8. Abdul Qohar, 9. Siti Suryati. 

Semasa kecil saya bermain sebagaimana anak-anak yang lainnya dan sering membantu orang tuanya  di sawah menanan padi dan membersihkan rumputnya disamping juga sebagai soerang penggembala kambing dan juga penggembala sapi. 

Pada suatu saat hujan gerimis maka saya timbul rasa malas untuk mencari rumput sebagai makanan ternak dimalam hari itu, namun terlontar dari perkataan sang ayah "opo kuwe cukup ngono iku wae ?". Ucapan inilah yang selalu terngiyang dan memotivasi saya sampai saat ini.

Dengan terus menjalani kehidupan dengan apa adanya,dan belajar di sekolah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Sidomulyo Jakenan Pati, kemudian pindah di Sekolah Dasar Sidomulyo 1 di dusun Klumpit dan waktu kelas 3 sekolahnya pindah tempat di SD Sidomulyo 1 Dusun pojok sampai tamat walaupun ditempuh dengan jalan kaki dan perjalanan sekitar 4 km tamat Tahun 1983. 

Kemudian melanjutkan sekolah di M.Ts Miftahul Huda kembali lagi disekolah di tempat yang dulu pernah dikelas satu MI. Tamat M.Ts. Miftahul Huda Tahun 1986. Mulai saat inilah keluar dari rumah untuk mondok di Pondok Pesantren Nurwiyah yang di asuh oleh KH. Muhammad Zein, sambil melanjutkan sekolah di M.Ts. Ianatut Thalibin, Desa Cebolek Margoyoso Pati di kelas 3 untuk penyesuaian mata pelajaran sekolah pada sekolah Aliyah nantinya. 

Lulus di MTs. Ianatut Thalibin tahun 1987, kemudian melanjutkan di Madrasah Aliyah Ianatut Thalibin tersebut yang lokasinya tidak jauh dari pondok pesantren dan bisa ditempuh dengan jalan kaki, dan tamat pada Tahun 1990. pada saat duduk di kelas 3 aliyah inilah kedua orang tuanya meninggal dunia dan seakan kehilangan harapan untuk bisa melanjutkan pendidikan. 

Namun dengan perjalanan waktu melanjutkan mondok mengaji kitab-kitab di Pondok Pesantren Al-Fattah, Bareng Kabupaten Kudus yaitu pada tahun 1991. setelah itu melajutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syari'ah yang asalnya di Jrakah kemudian pada tahun berikutnya Fakultas Syariah pindah di Ngalian Semarang. 

Pada akhir semester 4  diajak Saudara Abdul Rozaq untuk pindah ke IAIN Raden Fatah Palembang di Bengkulu karena saat itu Saudara sedang bertugas di Bengkulu dan tinggal di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu dengan Fakultas yang sama. Selama itu pagi hari kuliah dan pada sore harinya mengajar di TPQ/MDA Riyadhus Shalihin Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dan malam harinya privat ngajar ngaji ke rumah rumah penduduk. 

Alhamdulillah tahun 1996 wisuda. kemudian setelah itu bekerja di staff sekretariat MUI dan BAZIS Provinsi Bengkulu, kemudian ikut Pendidikan Kader Ulama dari MUI Pusat pada tahun 1997 di Jakarta . 

Setelah itu kembali lagi ke Bengkulu dan mengabdi di MDA Riyadhus Shalihin Baitul Izzah dan di MUI dan BAZIS Provinsi Bengkulu sampai akhir tahun 2003. karena pada tahun ini pula lulus menjadi CPNS Kementerian Agama Bengkulu sebagai Penyuluh Fungsional ditempatkan di Kementerian Agama Kota Bengkulu. 

Pada bulan Agustus 2005 Dipindahkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu  sebagai penyuluh Agama fungsional pada Subbag HUKMAS dan KUB. 

Pada tahun 2009 di mutasikan untuk ke struktural menjadi Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan di Bidang Pekapontren dan pada tahun 2013 di mutasikan menjadi Kepala Seksi Pondok Pesantren, kemudian pata tahun 2017 dimutasikan Menjadi Kepala Seksi Produk Halal pada Bidang Urais dan Binsyar, pada tanggal 18 Juni 2017 dimutasikan menjadi Kepala Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sampai sekarang, dan pernah bertugas menjadi PLT. Kepala Kemenag Kota Bengkulu di tahun 2018.