Sekecil apapun yang bisa kita perbuat asalkan itu kebaikan mari kita usahakan, karena sesuatu yang besar itu berasal dari yang kecil.
فقد أخرج مسلم في صحيحه من حديث أبي ذر رضي الله عنه قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم: لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخاك بوجه طلق.

BERUSAHA MENGEMBALIKAN KECUCIAN DIRI



BERUSAHA MENGEMBALIKAN KESUCIAN DIRI

Setiap orang Islam yang sudah memenuhi syarat dan rukun puasa maka di bulan yang Suci Ramadhan wajib melaksanakan ibadah puasa, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah 183. dalam ayat tersebut tujuan dari orang yang berpuasa adalah menjadikan orang yang berpuasa itu menjadi muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Kalau kita perhatikan dan analisa penduduk Indonesia yang notabene mayoritas beragama Islam, dan setiap tahun melaksanakan ibadah puasa yang akan mencetak orang yang berpuasa menjadi muttaqin, maka sudah selayaknya semakin tahun  masyarakat bangsa kita ini semakin baik dan semakin minimal kriminalitas, korupsi, kolusi dan penyelewengan penyelewengan, artinya semakin maju dan makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur karena masyarakatnya bertaqwa dengan melaksanakan puasa setiap bulan ramadhan pada setiap tahunnya.
Tetapi kenyataannya negara kita masih biasa-biasa saja tidak ada perkembangan yang signifikan. apakah puasa umat Islam di Indonesia ini seperti apa yang Rasulullah SAW sampaikan yaitu yang artinya "banyak orang yang berpuasa tapi hanya terasa menahan lapar dan dahaga saja". Apalagi ampunan dari Allah Yang Maha Kuasa nampaknya begitu sulit didapatkan, ini kalau kita lihat dari sisi perkembangan dan kenyataan di masyarakat kita.
sebenarnya setiap orang yang dilahirkan di dunia ini dalam keadaan suci, namun dengan perjalanan waktu maka kesucian itu adan ternodai atau tercemar dengan kotoran-kotoran yang ada dari sekelilinggnya ibarat sebuah kaca  yang bersih dan bening ketika ternodai dengan kotoraan, maka kaca itu akan buram dan tidak bening lagi, sehingga kalau dipakai untuk bercermin maka tidak bisa memberikan gambaran yang jelas dari dalam cermin tersebut. begitu juga hati seorang hamba ketika ternodai dengan dosa-dosa maka hati itu akan tertutup dengan noda tersebut dan sulit untuk bisa menerima kebenaran kebenaran agama yang hak. Untuk itu hati harus dibersihkan dengan istighfar dan perbuatan-perbuatan kebaikan, minta maaf kepada yang pernah disakiti, dan tidak mengulangi dengan sengaja kesalahan yang pernah diperbuatnya. usaha membersihkan hari sebagai langkah untuk mengembalikan kesucian diri, karena hati ibarat nahkoda dari jasad seseorang. sehingga orang yang hatinya baik maka diri seseorang itu juga akan baik, karena diarahkan oleh hati yang baik. hati yang yang baik akan mengarahkan diri seseorang untuk berbuat kebaikan. itulah kira kira maksud hadits Nabi Muhammad SAW di bawah ini:

" ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله, ألا وهي القلب " (البخاري).




Subscribe to receive free email updates: